Read More

Musik klasik beethoven untuk bayi Download GRATIS

Perlu diketahui bahwa suara ibu dan musik klasik dapat mengatur cepat atau lambatnya denyut jantung janin dan bayi, serta ...
Read More

Efek Samping Bed Rest untuk Kesehatan Ibu Hamil

Bed rest atau sering disebut sebagai Tirah Baring adalah kondisi yang mengharuskan seseorang untuk Beristirahat secara total.
Read More

Yang harus dihindari oleh ibu hamil – Agar Otak bayi cerdas

Kecerdasan anak dibentuk ketika ia masih berada didalam kandungan. Pada tahap ini, kehidupan bayi adalah sangat penting karena kecerdasan dan kepribadiannya sedang dibentuk.
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here
Showing posts with label Tips Balita. Show all posts
Showing posts with label Tips Balita. Show all posts

25 Feb 2012

Botol Susu Dan BPA (Bisphenol-A)

Botol Susu Dan BPA (Bisphenol-A). Memilih botol susu dan peralatan makan mungkin perkara mudah. Hampir semua toko perlengkapan bayi menyediakannya. Anda tinggal pilih merk dan bentuk yang disukai, serta harga yang sesuai bujet.
  
Tapi mungkin kini Anda perlu lebih selektif. Seperti dilansir oleh AFP, mulai awal tahun depan, negara-negara di Eropa akan melarang peredaran botol susu dan peralatan makan anak lainnya yang diduga mengandung bahan kimia Bisphenol-A (BPA). Larangan ini dilatari kekhawatiran akan dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkannya, seperti obesitas dan pubertas dini. Larangan yang diberlakukan ini lebih ditujukan pada pihak produsen, dan mencakup larangan untuk memproduksi botol susu dan peralatan makan yang mengandung BPA, serta larangan untuk menjual dan mengimpornya.

Soal isu BPA ini, Kanada menjadi negara pertama di dunia yang mengklasifikasikan BPA sebagai zat beracun. Kemudian disusul oleh dua negara di Uni Eropa, yaitu Perancis dan Denmark, yang memberlakukan larangan terhadap botol susu ber-BPA. Pihak pemerintah Denmark bahkan melangkah lebih jauh dengan memberlakukan larangan untuk semua peralatan makanan bagi anak-anak di bawah tiga tahun. Bagaimana dengan Indonesia?

Menurut Husna Muzahir dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), di Indonesia belum ada lembaga berwenang yang melakukan uji toksisitas terhadap BPA. Departemen Kesehatan RI sekalipun tidak mengatur secara khusus soal botol susu atau perlengkapan makan untuk anak. “Yang kita miliki adalah SNI (Standar Nasional Indonesia) soal potensi migrasi dari kemasan ke makanan atau minuman. Dalam peraturan itu dijelaskan bahwa untuk meminimalkan potensi migrasi tersebut, makanan atau minuman panas sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan kemasan tertentu, terutama yang terbuat dari plastik. Nah, dari sini sebenarnya kita bisa mensosialisasikan kepada konsumen, bahwa makanan atau minuman panas, misalnya susu, sebaiknya jangan berkontak langsung dengan botol susu berbahan plastik,” jelas Husna.

Merespon isu botol susu ber-BPA ini, kini semakin banyak mama yang berpaling pada botol susu berlabel BPA free. Botol susu yang terbuat dari kaca (meski berat dan dianggap berbahaya jika terjatuh dan pecah), juga mulai dilirik karena dianggap lebih aman. Meski tak banyak lagi produsen yang memproduksi botol jenis ini, Anda masih bisa menemukannya di beberapa toko perlengkapan bayi.

Terlepas dari benar atau tidaknya isu soal BPA pada botol susu, satu hal yang harus Anda perhatikan adalah cara penggunaan botol susu yang benar. Menurut Husna, botol susu berbahan plastik sebaiknya tidak bersentuhan langsung dengan air panas. Begitu juga saat mensterilkan botol. Boleh saja menggunakan sterilizer elektrik yang suhunya tentu sudah disesuaikan dengan ketahanan botol susu. Namun, dengan mencuci bersih menggunakan sabun, mengeringkannya, dan menyimpannya di tempat yang bersih, botol susu sebenarnya sudah bisa dibilang aman untuk digunakan.

Soal isu BPA ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sendiri tidak mengeluarkan larangan soal peredaran produk plastik ber-BPA. Namun lembaga ini menghimbau masyarakat untuk membatasi paparan BPA, misalnya dengan memilih produk plastik yang tidak mengandung BPA dan tidak menaruh cairan panas di dalam botol plastik. Tentu ada cara yang lebih simpel lagi untuk mengurangi papapran BPA: Berikan ASI selama mungkin pada si kecil Anda. Dengan begini, tak perlu memasukkan susu panas ke dalam botol, kan?
Read More

26 Jan 2010

Bahaya Minuman Berenergi Bagi Anak-anak

Bahaya Minuman Berenergi Bagi Anak-anak . Menurut para Dokter mengatakan bahwa seharusnya orang tua jangan memberi anak-anak mereka minumam berenergi,karena kandungan tingkat kofiennya sangat berbahaya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Paediatrics menemukan minuman berenergi mengandung hingga 14 kali lebih banyak kafein dari minuman ringan lainnya. Maka, kandungan ini bisa dianggap sebagai 'racun' untuk anak-anak.

Peringatan terhadap minuman berenergi dan olahraga menyatakan bahwa mereka mengandung kalori ekstra yang kebanyakan tidak dapat dibakar . Minuman berenergi juga mengandung gula yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Mereka meminta orang tua untuk lebih memberikan air putih pada anak-anak mereka. Air putih diklaim sebagai minuman terbaik untuk sebagian besar anak-anak yang melakukan aktivitas fisik rutin.

Minuman berenergi mengandung stimulan, termasuk kafein yang dikaitkan dengan diabetes, masalah jantung, masalah perilaku, dan bahkan kematian dini.

Minuman olahraga mengandung karbohidrat, mineral, dan elektrolit, serta dirancang untuk menggantikan air dan elektrolit yang hilang melalui keringat.

Penelitian itu mengkritik iklan yang mendorong anak muda untuk percaya bahwa minuman berenergi dapat membantu mereka mencapai puncak kinerja fisik.

Merek minuman energi yang disorot dalam laporan itu termasuk Red Bull, Monster dan Rockstar. Adapun minuman olahraga yang disebut adalah All Sport, Gatorade dan Powerade.

Dr Holly Benjamin, penulis utama laporan dan dokter di Rumah Sakit Anak Comer yang merupakan bagian dari University of Chicago, mengatakan kepada Independen, "Minuman olahraga mengandung kalori ekstra yang tidak diperlukan anak-anak dan dapat memberikan kontribusi untuk obesitas dan kerusakan gigi."

Para ahli menyerukan produsen untuk membuat perbedaan jelas antara minuman berenergi dan minuman olahraga.

Dr Marcie Beth Schneider, penulis dan anggota Komite Nutrisi American Academy of Paediatrics mengatakan, "Beberapa anak minum minuman berenergi yang mengandung sejumlah besar kafein, padahal tujuan mereka adalah hanya untuk rehabilitasi setelah latihan.

"Hal ini berarti mereka menelan sejumlah besar kafein dan stimulan lainnya yang bisa berbahaya."

Dia mengatakan beberapa minuman berenergi dapat memiliki lebih dari 500mg kafein, setara dengan 14 kaleng soda.

Penelitian mengatakan minuman olahraga dapat mengandung 10-70 kalori per porsi dan minuman energi hingga 270 kalori.
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

Powered by Blogger.

Definition List

Sample Text

Copyright © Tips Ibu Hamil dan Anak | Powered by Blogger