Read More

Musik klasik beethoven untuk bayi Download GRATIS

Perlu diketahui bahwa suara ibu dan musik klasik dapat mengatur cepat atau lambatnya denyut jantung janin dan bayi, serta ...
Read More

Efek Samping Bed Rest untuk Kesehatan Ibu Hamil

Bed rest atau sering disebut sebagai Tirah Baring adalah kondisi yang mengharuskan seseorang untuk Beristirahat secara total.
Read More

Yang harus dihindari oleh ibu hamil – Agar Otak bayi cerdas

Kecerdasan anak dibentuk ketika ia masih berada didalam kandungan. Pada tahap ini, kehidupan bayi adalah sangat penting karena kecerdasan dan kepribadiannya sedang dibentuk.
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

22 Jan 2014

Senam Ibu Hamil Lengkap Petunjuk Dan Manfaat

Senam Ibu Hamil Lengkap Petunjuk Dan Manfaat 
Senam hamil adalah terapi latihan gerak untuk mempersiapkan ibu hamil, secara fisik ataupun mental, untuk menghadapi persalinan yang cepat, aman dan spontan. Senam hamil biasanya dimulai sejak usia dini, namun biasanya di lakukan saat kehamilan memasuki trisemester ketiga, yaitu sekitar usia 28-30 minggu kehamilan. Selain untuk menjaga kebugaran, senam hamil juga diperlukan untuk meningkatkan kesiapan fisik dan mental calon ibu selama proses persalinan.

Berikut beberapa tujuan senam hamil: 
  • Menguasai teknik pernapasan. Latihan pernapasan sangat bermanfaat untuk mendapatkan oksigen, sedangkan teknik pernapasan dilatih agar ibu siap menghadapi persalinan.
  • Memperkuat elastisitas otot.Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, sehingga dapat mencegah atau mengatasi keluhan nyeri di bokong, di perut bagian bawah dan keluhan wasir. Mengurangi keluhan. Melatih sikap tubuh selama hamil sehingga mengurangi keluhan yang timbul akibat perubahan bentuk tubuh. 
  • Melatih relaksasi. Proses relaksasi akan sempurna dengan melakukan latihan kontraksi dan relaksasi yang diperlukan untuk mengatasi ketegangan atau rasa sakit saat proses persalinan. 
  • Menghindari kesulitan. Senam ini membantu persalinan sehingga ibu dapat melahirkan tanpa kesulitan, serta menjaga ibu dan bayi sehat setelah melahirkan. 
  • Memperkuat dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut dan dasar panggul yang penting dalam proses persalinan. 
  • Mengurangi kecemasan dan ketegangan selama kehamilan 
  • Melatih berbagai tehnik pernafasan yang penting agar persalinan dapat berjalan lancar dan lebih cepat Memperlancar persalinan normal secara fisik dan mental 
  • Meningkatkan mood dan pola tidur ibu 
  • Mempercepat penurunan berat badan ibu setelah melahirkan 

Berikut adalah tips dalam melakukan senam hamil: 
  • Latihan yang teratur, setidaknya tiga kali dalam seminggu 
  • Selama tri-semester kedua dan ketiga, hindari gerakan berbaring terlentang karena akan mengurangi aliran darah ke janin. 
  • Hindari latihan yang menguras tenaga hingga anda terengah-engah. Ini adalah tanda bahwa janin anda dan anda kekurangan oksigen. 
  • Jagalah keseimbangan tubuh selama latihan. 
  • Hindari gerakan atau latihan yang menimbulkan trauma atau desakan pada perut anda. 
  • Minumlah banyak cairan sebelum dan selama latihan untuk mengurangi resiko dehidrasi atau overheating. · Lakukan relaksasi dan peregangan sebelum dan sesudah latihan. 
  • Makanlah makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran dan karbohidrat kompleks. 

Berikut beberapa petunjuk dalam melakukan senam hamil: 

Latihan Otot Kaki 
  1. Duduklah dengan posisi kedua lutut diluruskan, tubuh bersandar pada kedua lengan yang diletakkan di belakang pantat. Atau sandarkan punggung pada bantal dengan kemiringan sekitar 50° sedangkan kedua tangan diletakkan di samping badan. 
  2. Tegakkan kedua telapak kaki dengan lutut menekan kasur. Kemudian tundukkan kedua telapak kaki bersama jari-jarinya. Ulangi beberapa kali. 
  3. Hadapkan kedua telapak kaki satu sama lain dengan lutut tetap menghadap ke atas, kembalikan ke posisi semula. Ulangi terus sebanyak beberapa kali. 
  4. Kedua telapak kaki digerakkan turun ke arah bawah, lalu gerakan membuka ke arah samping, tegakkan, kembali, dan seterusnya. 
  5. Kedua telapak kaki buka dari atas ke samping turunkan, hadapkan, kembali ke posisi semula, dan seterusnya.  
  6. Kegunaan: Memperlancar sirkulasi darah di kaki dan mencegah pembengkakan pada pergelangan kaki. 
Latihan Otot Panggul 
  1. Tidur terlentang, kedua lutut dibengkokkan. 
  2. Letakkan kedua tangan di samping badan. Tundukkan kepala dan kerutkan pantat ke dalam hingga terangkat dari kasur. 
  3. Kempeskan perut hingga punggung menekan kasur. Rasakan tonjolan tulang panggul bergerak ke belakang. 
  4. Lemaskan kembali dan rasakan tonjolan tulang bergerak kembali ke depan. Ulangi gerakan ini 15-30 kali sehari.  
  5. Kegunaan: Mengembalikan posisi panggul yang berat ke depan, mengurangi dan mencegah pegal-pegal, sakit pinggang dan punggung serta nyeri di lipat paha. 

Latihan Otot Betis 
  1. Berdiri sambil berpegangan pada benda yang berat dan mantap. 
  2. Posisikan ibu jari dan jari-jari lain menghadap ke atas. 
  3. Regangkan kaki sedikit dengan badan lurus dan pandangan lurus ke depan. 
  4. Tundukkan kepala seraya berjongkok perlahan sampai ke bawah tanpa mengangkat tumit dari lantai. 
  5. Setelah jongkok, lemaskan bahu. Kempeskan perut, kemudian perlahan kembalilah berdiri tegak, lepaskan kerutan. Lakukan enam kali dalam sehari.  
  6. Kegunaan: Mencegah kejang di betis. 

Latihan Otot Pantat 
  1. Tidur terlentang tanpa bantal, kedua lutut dibengkokkan dan agak diregangkan. 
  2. Dekatkan tumit ke pantat dengan kedua tangan di samping badan. 
  3. Kerutkan pantat ke dalam sehingga lepas dari kasur, angkat panggul ke atas sejauh mungkin. 
  4. Turunkan perlahan (pantat masih berkerut), lepaskan kerutan, dsb. Ulangi enam kali sehari. 
  5. Kegunaan: Mencegah timbulnya wasir saat mengejan. 

Latihan Anti Sungsang 
  1. Ambil posisi merangkak, kedua lengan sejajar bahu, kedua lutut sejajar panggul dan agak diregangkan. 
  2. Kepala di antara kedua tangan, tolehkan ke kiri atau ke kanan. 
  3. Letakkan siku di atas kasur, geser siku sejauh mungkin ke kiri dan ke kanan hingga dada menyentuh kasur. Lakukan sehari 2 kali selama 15 – 20 menit/kali. 
  4. Kegunaan: Mempertahankan dan memperbaiki posisi janin agar bagian kepala tetap di bawah.
Semoga artikel ini dapat menambah pengalaman bagi ibu-ibu hamil khususnya bagi ibu hamil muda. End jangan lupa share artikel, like artikel dan komentarnya. Satu respon ANDA membuat blog ini tambah maju. Terima Kasih perhatiaanya berkenan mampir di TIPS IBU HAMIL DAN ANAK.

Sumber artikel - http://daracandy.wordpress.com/2012/09/13/senam-hamil/ 
Read More

11 Jul 2013

Makanan Untuk Ibu Menyusui Bayi

Tips Makanan Untuk Ibu Menyusui Bayi. Banyak diantara bunda yang bingung harus makan apa selama periode menyusui buah hatinya, apalagi jika ini adalah buah hati yang pertama. Sering timbul didalam benak para Bunda, sebenarnya Makanan Apa saja sih yang sebaiknya dikonsumsi agar ASI melimpah? atau Makanan Apa saja yang pantang untuk dimakan?
Inilah pertanyaan yang kerap dilontarkan oleh para ibu baru ini. Nah, kali ini mari kita menyimak berbagai informasi penting seputar makanan ibu yang menyusui…

 

Pola Makan Yang Seimbang

Banyak para Bunda yang merasa tidak terlalu penting untuk menjaga pola makannya selama menyusui. Sebagian daripara Bunda mengatakan, “Ah, walaupun saya makan tidak teratur, ASI saya tetap keluar kok…!”
Memang inilah hebatnya ASI… walaupun sang ibu pola makannya tidak teratur, ASI tetap bisa menjadi asupan yang bernutrisi lengkap untuk bayi.
Namun demikian, jika Anda seorang ibu yang menyusui dan makanan yang Anda konsumsi mengandung kalori yang kurang, atau mungkin Anda hanya mengkonsumsi jenis makanan tertentu saja karena tidak menyukai jenis makanan lainnya misalnya, maka pola seperti ini juga dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas ASI yang Anda keluarkan.
Banyak di temui adalah ketidaksukaan sebagian bunda terhadap sayuran. Hal ini sebenarnya sangat tidak baik, karena bila Bunda tidak suka mengkonsumsi sayuran akan mempengaruhi kualitas ASI yang dikeluarkan untuk si kecil.
Tidak hanya itu saja, jika pola makan Bunda tidak seimbang, maka tubuh Bunda yang akan menderita, karena tubuh telah bekerja keras memproduksi ASI, serta melakukan berbagai macam aktifitas dalam rangka merawat bayi Anda.

Jangan Tergesa-gesa Menurunkan Berat Badan

Banyak diantara Bunda yang memiliki rasa kuatir dengan berat badannya pasca melahirkan, Namun demikian, Anda sebaiknya berhati-hati jika ingin menurunkan berat badan setelah kelahiran si kecil, terutama pada masa 2 bulan pertama setelah melahirkan.
Sebagian Bunda terlalu bersemangat menurunkan berat badannya untuk sampai kepada kondisi seperti sebelum kehamilan, namun yang terjadi justru turunnya stamina Bunda dan berkurangnya produksi ASI. Oleh sebab itu, Untuk jika Anda ingin menurunkan berat badan pasca melahirkan bayi Anda, sebaiknya Anda melakukannya secara bertahap (tidak drastis), dan mulailah setelah bayi Anda berusia paling tidak 2 bulan.
Bahkan, setiap kali Anda merasa lapar, segeralah makan – walaupun sekedar mengkonsumsi cemilan yang sehat. Ingat, tubuh Anda adalah ‘pabrik alami’ untuk memproduksi ASI. Rasa lapar merupakan indikator bahwa tubuh Anda memerlukan asupan dan ikutilah indikator itu dengan mengkonsumsi makanan selingan yang sehat dan seimbang.

Pola Makan Sehat untuk Ibu Menyusui

Lalu seperti apa sih pola makan yang sehat untuk ibu yang sedang menyusui?
Yang jelas, prinisp dasarnya adalah makanan yang bervariasi dan seimbang. Jika Anda mengkonsumsi berbagai macam karbohidrat, protein dan lemak dalam jumlah yang cukup, maka tubuh Anda akan berada dalam kondisi fit. Anda pun akan merasa kenyang lebih lama.
Berikut beberapa jenis makanan dan tips seputar pola makan yang sehat untuk Anda:
  • Beras serta biji-bijian yang sejenisnya seperti gandum, jagung, oats, roti, dan lain-lain mengandung nutrisi serta serat yang baik bagi si kecil.
  • Buah dan sayuran segar juga harus hadir dalam menu makanan Anda. Bagus jika Anda selalu memiliki stok buah-buahan dan sayuran segar, sehingga bisa juga menjadi cemilan sehat ketika Anda merasa lapar. Buah dan sayur tidak harus mahal lho…!
  • Sayuran seperti bayam, kangkung dan katuk juga mengandung zat besi yang baik bagi Anda. Sampai-sampai katuk dicap sebagai ‘sayurannya ibu menyusui’… soalnya dalam setiap 100 g daun katuk, terdapat sekitar 2.7 mg zat besi dan 204 mg kalsium lho.
  • Sebisa mungkin hindari makanan kemasan, karena bahan yang segar jauh lebih baik nutrisinya, serta dapat menjadi pasokan energi yang jauh lebih baik, sehingga Anda pun akan merasa kenyang lebih lama.
  • Makanlah jenis makanan yang bervariasi, agar bayi Anda juga memperoleh berbagai macam vitamin yang diperlukannya. Untuk menu hari ini, coba konsumsi apa yang tidak Anda konsumsi kemarin. Begitu seterusnya…
  • Jangan takut dengan kata ‘lemak’, karena banyak jenis lemak yang baik bagi kesehatan dan perlu Anda konsumsi. Contohnya, minyak zaitun, lemak yang terkandung dalam ikan salmon, alpukat, dan kacang.
  • Konsumsi susu rendah lemak, yoghurt, dan keju sangat baik bagi si kecil, karena mengandung kalsium, protein dan vitamin.
  • Batasi konsumsi lemak jenuh seperti yang terdapat pada daging berlemak, minyak kelapa, serta mentega. Bukannya sama sekali tidak boleh lho Bun, tapi dibatasi konsumsinya…
  • Berbagai zat kimia yang Anda konsumsi juga bisa Anda transfer kepada bayi Anda melalui ASI, oleh sebab itu berhati-hatilah dalam memilih makanan dan cemilan. Zat kimia yang sangat sering ditemui pada bahan makanan adalah pestisida. Pastikan Anda mencuci semua buah dan sayuran yang Anda beli, dan untuk lebih amannya, buah-buahan seperti apel, pir dan sejenisnya dikupas dulu kulitnya sebelum Anda makan. Jenis buah dan sayuran yang biasanya lebih aman dari pestisidadiantaranya: bawang, jagung manis, kol, kentang manis, jamur, nanas, alpukat, mangga, kiwi, semangka, dan anggur.
  • Konsumsilah ikan dan makanan laut lainnya, karena mengandung nutrisi yang baik untuk Anda dan si kecil, seperti DHA, EPA dan Omega-3. Namun demikian, jangan terlalu banyak memakan tuna atau sardin kalengan – lebih baik ikan segar.
  • Jangan abaikan konsumsi air putih. Minumlah air putih yang cukup. Berapa liter per hari? Yang penting, minumlah setiap kali Anda merasa haus. Jika urin Anda bening atau berwarna sedikit kuning, maka ini pertanda Anda meminum cukup air putih.

Makanan Apa yang Harus Dikurangi atau Dihindari Ketika Menyusui?

Sebagian ibu menghindari makanan yang terlalu pedas dan berbumbu ketika menyusui, dengan alasan kasihan kalau nanti bayinya sakit perut. Benarkah?
Sebenarnya, banyak juga ibu menyusui yang tetap memakan makanan seperti gulai, kari dan makanan pedas lainnya dan bayinya dapat menerima dengan baik dan tanpa keluhan. Bahkan sebagian ahli menyatakan bahwa bayi sebenarnya menyukai berbagai ‘rasa’ yang terdapat dalam ASI.
Mereka mengatakan bahwa dengan Anda terus mengkonsumsi makanan favorit Anda ketika menyusui, ‘rasa’ tersebut akan dirasakan juga oleh buah hati Anda ketika menyusui, dan ini akan membantunya untuk memiliki selera makan yang bervariasi. Dengan demikian, ketika si kecil mulai menerima MPASI, ia akan mudah menerima berbagai macam makanan yang Anda sodorkan kepadanya…
Namun demikian, jika si kecil terlihat rewel dan perutnya kembung setelah Anda memakan jenis makanan tertentu, dan ini berlangsung terus, maka sebaiknya Anda menghentikan makanan tersebut dan melihat apakah terjadi perbaikan dalam kondisi si kecil. Terkadang ada juga bayi yang alergi terhadap makanan yang Anda makan, tapi ini sangat jarang terjadi.
Nah, berikut ini adalah daftar beberapa jenis makanan dan minuman yang bisa menjadi penyebab rewelnya bayi Anda. Untuk memastikannya, coba Anda hentikan konsumsinya dan lihat apakah ada perbaikan pada kondisi si kecil…

Kopi, Teh dan Soda

Kafein yang Anda konsumsi dapat diteruskan kepada bayi Anda melalui ASI, sedangkan bayi Anda tidak dapat mengeluarkannya dari tubuhnya dengan cepat sebagaimana layaknya orang dewasa. Jika Anda masih ingin meminum kopi, teh, atau soda, sebaiknya pilih waktu dimana Anda tidak akan menyusuinya untuk beberapa waktu

Jeruk dan Lemon

Jika mengkonsumsi jeruk dan lemon bisa menyebabkan bayi Anda rewel, coba ganti asupan Vitamin C dengan buah lain seperti mangga atau pepaya.

Brokoli

Sebagian bayi juga mengalami perut kembung jika sang ibu memakan brokoli, apalagi dalam jumlah banyak. Jika ini juga terjadi pada bayi Anda, coba kurangi konsumsi brokoli sebelum serta merta menghentikannya, lalu lihat lagi perkembangannya.

Makanan yang Terlalu Pedas

Jika Anda menyukai makanan pedas, mungkin selama menyusui Anda perlu membatasinya, karena bisa menyebabkan perut si kecil ‘kepanasan’.

Bawang Putih

Sebagian bayi juga akan bereaksi jika Anda memakan terlalu banyak makanan yang dominan rasa bawang putihnya.

Daun Mint

Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak teh dengan daun mint, mungkin produksi ASI Anda bisa berkurang. Ini disebabkan zat yang terkandung dalam daun mint.

Seledri

Sebagian ibu juga akan mengalami penurunan produksi ASI ketika mengkonsumsi terlalu banyak seledri.
Tidak semua makanan di atas bisa membuat bayi Anda rewel atau kembung perutnya jika Anda mengkonsumsinya. Jadi, kuncinya adalah memperhatikan apakah makanan tertentu bisa menyebabkan bayi Anda rewel atau tidak.
Selain itu, sebagian bayi yang alergi bisa saja tidak cocok dengan makanan umum yang dikonsumsi oleh ibunya, namun ini sangat jarang terjadi. Sebagai contoh kasus, ada bayi yang alergi terhadap susu, jagung, kedelai, dan sebagainya, sehingga ia akan bereaksi jika sang ibu mengkonsumsi makanan-makanan ini. Biasanya kasus alergi seperti ini ditemui jika dalam keluarga terdapat sejarah alergi yang sama…
Read More

Pengaruh Menggendong Bayi

Dampak positif dan negatif menggendong bayi. Banyak orang tua yang menolak untuk terus menerus menggendong bayinya dengan alasan agar si kecil tidak menjadi manja, Untuk kasus tertentu, pendapat ini memang dapat dibenarkan.
Namun ada masa-masa tertentu dimana menggendong si kecil justru akan memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangannya, khususnya pada saat bayi anda berusia 0-2 bulan.
Karena pada usia ini, Bunda seharusnya lebih banyak menggendong bayi. Sebab dengan sering menggendongnya, si kecil akan merasa nyaman, karena rasanya mirip dengan suasana di dalam rahim.
Anda bisa membayangkan… ketika bayi Anda berada dalam rahim Anda, ia berada dalam kondisi yang hangat seperti dipeluk, ia juga terbiasa mendengar detak jantung Anda. Nah, jika setelah si kecil lahir Anda lebih banyak meletakkannya di ranjangnya sendirian, ia akan sangat kehilangan suasana tersebut.
Di ranjang tidak ada detak jantung Anda… hening… makanya bayi usia 1 bulan sering rewel, salah satunya disebabkan oleh perubahan suasana ini.
Nah, jika Anda menggendongnya, maka ia dapat mendengar detak jantung Anda, sehingga suasananya mirip dengan kondisi ketika di dalam rahim…
Jadi, kesimpulannya… menggendong buah hati Anda hingga usianya beranjak 2 bulan merupakan satu hal yang positif dan harus sering Anda lakukan. Bahkan dengan demikian, Anda juga membentuk ikatan yang sangat kuat dengan si kecil, sehingga ia merasa nyaman dan aman, yang mana semua ini sangat baik bagi perkembangan fisik serta kecerdasannya.

Kapan Terlalu Banyak Menggendong Bayi Menjadi Tidak Baik?

Ketika si kecil beranjak besar, ia mulai bisa merayap dan merangkak, maka tentu terlalu banyak menggendongnya menjadi tidak baik. Kenapa? Karena akanmenghambat proses eksplorasinya, yang mana justru porses eksplorasi inilah yang baik untuk tumbuh kembangnya.

Cara Menggendong Bayi yang Benar

Nah, walaupun pada rentang usia bayi 0-2 bulan sang ibu harus sering menggendong buah hatinya, kendala terbesar yang dihadapi kebanyakan ‘ibu baru’ adalah tehnik serta keberanian untuk melakukannya.
Memang perasaan takut ini sangat bisa dimaklumi, mengingat kondisi si kecil yang lemah tak berdaya namun demikian, karena pentingnya hal ini, berikut Anda bisa mempelajari beberapa poin mendasar untuk menggendong bayi hingga usia 2 bulan:
  1. Baringkan bayi Anda dalam posisi telentang.
  2. Bungkukkan tubuh Anda mendekati si kecil.
  3. Masukkan tangan kanan atau kiri Anda ke belakang kepala dan lehernya. Pada saat yang bersamaan, masukkan tangan satunya lagi ke bokong, memanjang hingga ke bagian punggung si kecil – diamlah beberapa saat dalam posisi seperti ini, sambil memperbaiki posisi tangan Anda hingga terasa nyaman.
  4. Pastikan kedua tangan Anda menyangga seluruh tubuh bayi, terutama bagian lehernya yang masih sangat lemah.
  5. Angkat bayi secara perlahan mendekati tubuh Anda.
  6. Letakkan kepala bayi pada lipatan siku tangan Anda, dengan tangan lainnya tetap menyangga bokong hingga punggungnya, dan kepala serta leher si kecil juga tetap tersangga dengan baik.
  7. Pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dari bokongnya.
  8. Dekap ia dengan lembut dan kasih sayang.
  9. Untuk meletakkan si kecil di ranjangnya, pastikan pegangan Anda kuat, dan posisikan tangan Anda pada seluruh bagian belakang bayi seperti ketika akan mengangkatnya. Condongkan tubuh Anda ke ranjangnya, dan letakkan si kecil secara perlahan. Biarkan kedua tangan Anda terhimpit oleh tubuhnya, dan jangan langsung mencabut tangan Anda… biarkan beberapa saat sehingga si kecil merasa nyaman, baru cabut kedua tangan Anda secara perlahan.
 http://www.klinikbunda.com/menggendong-bayi-pentingkah/
Read More

Perubahan Fisik dan Emosi Bagi Ibu Hamil

Perubahan Fisik dan Emosi Bagi Ibu Hamil. Kehamilan akan mengakibatkan perubahan fisik dan emosi ibu hamil. Perubahan ini akan menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam rahim. Biasanya setelah bayi lahir, perubahan-perubahan tersebut akan kembali ke keadaan semula secara perlahan. Perubahan Fisik dan Emosi ibu hamil tersebut, misalnya :



Perubahan Fisik
  • Minggu ke-12, bagian atas rahim berada pada posisi 3 jari di atas tulang symphysis.
  • Minggu ke-16, tinggi bagian atas rahim pada pertengahan jarak antara bagian pusat dan garis lengkung bawah perut (symphysis).
  • Minggu ke-20, tinggi bagian atas rahim sekitar 2 jari di bawah bagian pusat.
  • Minggu ke-24, posisi bagian atas rahim tepat di tepi atas bagian pusat.
  • Minggu ke-28, tinggi bagian atas rahim sekitar 3 jari di bagian atas pusat.
  • Minggu ke-32, tinggi bagian atas rahim sekitar 1 jari atau rahim pada pertengahan jarak antara pusat dan ujung tulang dada (tulang prosesus xyphoideus).
  • Minggu ke-36, tinggi bagian atas rahim sekitar satu jari di bawah ujung tulang dada.
  • Minggu ke-40, tinggi bagian atas rahim turun sekitar 3 jari di bawah ujung tulang dada.
Pada umumnya pada kehamilan 18-24 minggu, ibu hamil akan merasakan nyeri di perut bagian bawah. Rasanya seperti ditusuk atau tertarik di satu atau dua sisi. Hal tersebut dikarenakan peregangan ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin besar. Nyeri biasanya hanya sebentar dan tidak menetap. Atasi dengan duduk atau berbaring dengan posisi yang nyaman.
2. Vagina (liang  senggama)
Selama kehamilan, volume sirkulasi darah ke vagina bertambah, selaput lender vagina menjadi keunguan/ violet yang disebut tanda Chadwick. Selaput lender vagina bertambah tebal, jaringan pengikat menjadi longgar, dan sel-sel otot polos mengalami pembesaran. Kondisi ini akan menyebabkan dinding vagina bertambah panjang. Akibatnya, pada wanita yang sudah mengalami persalinan sebelumnya, dinding vagina depan bagian bawah dan leher rahim akan menonjol keluar. Selama kehamilan akan terjadi peningkatan cairan. Yang terdiri dari cairan putih agak kental, sifatnya asam yang berfungsi untuk mengendalikan perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada vagina.
3. Indung telur (Ovarium)
Selama kehamilan, proses pematagan telur (ovulasi) terhenti. Indung telur yang masih mengandung corpus luteum akan meneruskan fungsinya pada proses pertumbuhan kehamilan sampai terbentuknya plasenta.
4. Payudara.
Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan kekuningan yang disebut colostrums. Puting dan sekitarnya akan semakin berwarna gelap dan besar serta bintik-bintik kecil akan timbul disekitar puting. Bintik-bintik itu adalah kelenjar kulit.
5. Cairan tubuh
Selama kehamilan, cairan tubuh ibu hamil bertambah sekitar 40%. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya hormon estrogen yang berefek retensi (menahan) air. Jika tidak timbul factor penyulit, kondisi seperti ini dianggap normal.
6. Volume darah
Volume darah meningkat. Jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah sehingga terjadi semacam pengenceran darah. Proses ini mencapai puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu. Serum darah (volume darah) bertambah sebesar 25-30%, sedangkan sel darah bertambah sekitar 20%.  Akibat meningkatnya aliran darah selama kehamilan bisa menyebabkan hidung dan gusi berdarah.
7. Sel darah merah
Penambahan sel darah merah sekitar 18 &. Jika ibu hamil mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, volume sel darah merah akan bertambah sekitar 30%. Penambahan ini tidak seimabng dengan kecepatan penambahan volume darah. Akibatnya akan terjadi hemodilusi (pengenceran darah) yang disertai anemia secara alami.
8. Sistem respirasi (pernapasan)
Karena kebutuhan oksigen bertambah sekitar 18%, ventilasi meningkat sekitar 40%, kapasitas pertukaran udara pada satu pernapasan normal naik dari 500 ml menjadi 700 ml, dan resional volume (sisa udara yang tertinggal waktu menghembuskan napas) menurun. Diafragma naik sekitar 4 cm dan tulang rusuk dada dengan sudut 68% naik menjadi 108 deajat. Pada kondisi ini lingkar rongga dada bertambah sekitar 6 cm sampai kehamilan cukup bulan karena terdesak oleh pembesaran rahim. Sehingga ibu hamil akan bernapas lebih dalam sekitar 20-25% dari pernapasan normalnya.
9. Sistem pencernaan dan system urinarius
  • Ginjal bertambah panjang dan berat, produksi air seni cukup banyak sehingga mengakibatkan ibu hamil lebih sering untuk buang air kecil.
  • Sendawa dan buang angin adalah keluhan yang paling sering selama kehamilan, hal tersebut dikarenakan usus meregang dan ibu hamil akan merasa kembung. Hal tersebu bisa diatasi dengan tidak makan dalam jumlah besar sekaligus. Dengan demikian ibu hamil tidak akan merasa kembung dan tidak nyaman.
10. Pigmentasi
Selama kehamilan, kulit mengalami perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh hormon.Garis kecoklatan mulai dari pusar ke tulang pubis disebut linea nigra. Kecoklatan pada wajah, disebut kloasma atau topeng kehamilan, dapat menjadi petunjuk kurangnya asam folat. Sementara itu strecthmark terjadi karena peregangan kulit yang berlebih yang biasanya ada pada perut dan payudara. Akibat peregangan tersebut ibu hamil bisa merasakan gatal-gatal.
11. Metabolisme
Perubahan metabolisme selama kehamilan bertujuan untuk membentuk jaringan baru pada proses pertumbuhan rahim, payudara, plasenta, meningkatkan volume darah ibu hamil, pertumbuhan janin dan persiapan laktasi.
12. Pertumbuhan rambut dan kuku
Perubahan hormonal menyebabkan kuku akan tumbuh lebih kuat dan tumbuh rambut lebih banyak yang kadang tumbuh di tempat yang tidak diinginkan, seperti wajah atau perut. Namun, ibu hamil tidak perlu khawatir karena rambut yang tidak semestinya itu akan hilang setelah bayi lahir.
13. Perubahan berat badan atau perubahan tubuh selama kehamilan
Kenaikan berat badan selama kehamilan bervariasi tergantung dari kebudayaan dan pola makannya. Kenaikan badan yang normal antara 6,5-16,5 kg. bahkan ada yang lebih. Jika berat badan sebelumnya normal, kenaikan berat badan yang dianjurkan adalah 11-13 kg. Kenaikan berat badan selama hamil tidak dapat dijadikan sebagai parameter (ukuran) untuk menilai pertumbuhan janin. Kenaikan berat badan yang berlebih tidak dianjurkan, jika terjadi sebaiknya kurangi makanan yang mengadung karbohidrat. Jika berat badan tetap atau turun, dianjurkan untuk mengkonsumsi semua makanan, terutama yang mengandung protein dan zat besi. Ibu hamil harus mengkonsumsi makananyang mengandung nilai gizi yang tinggi dengan susunan makanan menu yang seimbang sehingga diharapkan akan mencapai kondisi berat badan yang normal. 

Perubahan Emosi 
Perubahan Emosi Ibu Hamil
Setiap wanita memiliki pengalaman yang berbeda-beda dalam menjalankan proses kehamilannya. Jangankan individu yang berbeda, suasana emosional, fisik dan psikososial seseorang antara kehamilan pertama dan kedua pun kadang berbeda.
Beberapa wanita akan menyambut kehamilannya dengan gembira. Di lain pihak ada yang menyambutnya dengan kecemasan, ketakutan dan kesedihan. Dalam kondisi ini, kehamilan merupakan periode yang penuh dengan tekanan emosional bagi beberapa wanita.
  1. Perubahan emosi pada awal kehamilan atau trimester pertama.
Kebanyakan para wanita sangat mendambakan kehadiran sang buah hati. Jika wanita tersebut hamil, ia akan menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Apalagi apabila wanita tersebut baru pertama kali hamil, ia akan menunjukkan rasa kecemasan, kegusaran, ketakutan, dan kepanikan. Bahkan adapula yang mengalami kecemasan yang berlebihan saat menjaga kehamilannya karena takut mengalami keguguran. Demikian pula dengan pasangannya akan mengalami perubahan emosi ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi seorang ayah. Ia akan merasa khawatir terhadap kondisi istri dan janin yang dikandungnya. Bahkan beberapa suami akan mengalami gejala yang sama seperti wanita hamil, seperti ngidam, lemas, dan sering sakit.
Salah satu upaya untuk mengatasi perubahan emosi atau perubahan psikologi tersebut adalah mengikuti kursus program orang tua di beberapa rumah sakit yang menyediakan fasilitas tersebut. Melalui program tersebut, pasangan suami istri akan dipandu mengenai proses perkembangan kehamilan, nutrisi ibu hamil, dan hidup sehat selama kehamilan.
2. Perubahan emosi ibu hamil pada kehamilan trimester kedua
Perubahan emosi atau perubahan psikologi pada trimester kedua biasanya timbul perasaan cemas dengan bertambah besarnya perut, payudara dan timbul bercak-bercak hitam, sehingga ibu hamil merasa khawatir akan penampilannya dan takut jika suaminya tidak mencintai lagi. Pada periode ini, dukungan suami kepada istri sangat dibutuhkan. Kursus program orang tua harus diikuti terus untuk mempersiapkan program ASI eksklusif, untuk mengatasi berbagai perubahan psikologi, wanita hamil pun dapat mengikuti senam hamil. Tapi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau bidan yang menangani kehamilan untuk mengetahui ada-tidaknya kontra-indikasi.
3. Perubahan emosi atau perubahan psikologi ibu pada kehamilan tri mester ketiga.
Bertambahnya usia kehamilan akan menyebabkan perasaan yang tidak nyaman dan ingin segera melahirkan, kecemasan-kecemasan menghadapi persalinan akan muncul, bayangan-bayangan negative mulai menghantuinya seperti apakah ia bisa melahirkan normal, apakah bayi yang dikandungnya cacat, seperti apakah wajahnya, bagaimana cara mengejan bagaimana jika terjadi sesuatu dengan dirinya atau bayinya saat melahirkan ? dan sebagainya.
Untuk mengatasi perubahan psikologi pada ibu hamil atau perubahan emosi tersebut, berikan rasa aman pada istri dan dukunglah istri anda untuk melakukan berbagai kegiatan. Misalnya dengan latihan senam bersama-sama, menemaninya saat periksa kehamilan dan membantu dalam mempersiapkan segala kebutuhan istri dan bayi, sehingga istri memiliki rasa percaya diri dan mental yang kuat untuk menghadapi persalinannya.
Disamping dukungan dari suami tersebut di atas, yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari seluruh keluarga. Sehingga ibu hamil bisa menjalani kehamilan yang sehat dan bisa mempersiapkan persalinannya dengan baik.

 http://www.luvmom-kids.com/perubahan-fisik-dan-emosi-ibu-hamil
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Popular Posts

Powered by Blogger.

Definition List

Sample Text

Copyright © Tips Ibu Hamil dan Anak | Powered by Blogger